Yang namanya hobi, akan menyenangkan banget buat dijalani,  apapun profesi utamamu.  Ada yang suka gambar di sela-sela rutinitas kerja kantoran,  nulis sambil merem eh maksudnya nulis blog sambil jadi CEO kece ,  termasuk ngajar sambil jualan.  Atau jualan sambil ngajar,  mana yang bener sih jeng Epi. Kita kenalan dulu aja ya dengan Koko Vian yang punya hobi mengajar di sela-sela aktivitas utamanya.

Kokoh Vian adalah pemilik kios pakaian di Balubur Town Square (Baltos) jalan Tamansari Bandung.  Nama Avianto Kwee, biasa dipanggil Koko Vian sudah santer di penjuru Baltos (Balubur Town Square) Tamansari Bandung. Koko cukup termahsyur di kalangan pedagang karena pada tahun 2009/2010 ia pernah menjadi ujung tombak dalam membicarakan masalah pedagang kepada pihak pemilik Balubur.

Nah, suatu hari, Koko Vian pernah ‘kepergok’ oleh teh @Tristiul mengajar di sela-sela rutinitasnya sebagai pedagang. Siapa yang diajar? Teteh-teteh penjaga toko di Baltos yang sedang sibuk belajar untuk ujian kejar paket C! Koko Vian merasa tergerak untuk membantu siswa-siswa paket C di Baltos untuk menamatkan soal-soal yang njelimet dan bikin mumet.
“Mereka itu ada soal-soal banyak. Yang mereka pusing itu matematika dasar sama matematika IPS. Mereka kan bingung, ada yang nanya keuangan, neraca pasiva,” Tukas Koko Vian.

Image result for balubur town square

Foto oleh @baltosbdg

Jangan salah,  Koko Vian ini lulusan Teknik Elektro STT Telkom Bandung yang kurang lebih masih menguasai materi-materi tersebut. Dengan rendah hati kokoh Vian bilang, ‘bantu memecahkan soal-soal yang masih diingat saja’. Jadi, konsep mengajarnya adalah,  para siswa datang menanyakan soal-soal kepada Koko.  Koko akan terdiam dulu beberapa jam untuk menjawabnya, baru deh kemudian cara menjawabnya diajarkan kembali kepada siswa paket C. Kokoh bilang,  Kokoh tidak bisa langsung selesai mengerjakan soal tersebut. Karena disambi-sambi yang lain juga, makan atau pergi toilet misalnya,  wkwk.

Kokoh Vian membantu mengajar tanpa memungut bayaran,  alias gretong plus tulus bin ikhlas. Ternyata pengalaman mengajar ini sudah dikantongi Kokoh  semenjak SD (sejak SD loh sodara-sodara) . Bukan jadi siswa,  tapi ikut mengajar adik-adik kelasnya. Kokoh bercerita bahwa ibunya adalah seorang guru SD di Cirebon. Bukan SD ternama, melainkan semacam SD inpres yang belum memiliki banyak guru. Koko kecil ikut deh membantu ibunya mengajar.

Ketika kuliah di STT Telkom, Koko juga aktif mengajar di Bojong Soang membantu para siswa untuk lebih memahami pelajaran di sekolah. Ada cerita lucu, Koko juga pernah mengajarkan anak-anak SD untuk ikut pentas di panggung drama. Jadi siswa SD sambil ngajar, jadi mahasiswa sambil ngajar,  kerja jadi pemilik kios pun sambil ngajar.  Nggak perlu nyari-nyari murid, ada aja yang dateng ke Koko untuk berguru. Gelagela.

Kata Koko Vian, kebahagiaan mengajar adalah ketika melihat siswa-siswanya mengerti .
“Mereka mengerti apa yang aku ajarkan, mereka bisa menjawab. Walaupun nilainya nggak bagus tapi mereka kan terbantu gitu lho,” kata Koko Vian.

Nah, Koko juga memberi saran nih kepada pemerintah untuk memperhatikan siswa-siswa peserta kejar paket C.  Banyak lho ternyata pegawai toko yang belum berkesempatan mengenyam pendidikan SMA/SMK sampai tamat, tapi dengan gigih belajar untuk mendapatkan ijazah yang setara. Ada yang mengejar ijazah SMA demi mencapai cita-cita, maupun memenuhi tuntutan calon mertua xD