Coba simak cerita dari Dr. Ir. Abun., MP, Dosen Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran (UNPAD) yang meneliti kulit udang untuk pakan ayam ini.

Pak Abun paham betul bahwa limbah kulit udang ternyata sangat banyak jumlahnya. Indonesia demen banget mengekspor udang ke luar negeri, layak lah disebut pengekspor udang terbesar di Asia.

Yang diekspor adalah udang dalam bentuk daging beku yang sudah dikuliti. Otomatis, kulit udang yang terpisah dengan tubuhnya terbuang menjadi limbah begitu saja.

Pak Abun pun iba, eh tertarik dengan potensi kulit udang tersebut.

“Secara kimiawi memang potensinya besar. Dan nutriennya juga bagus,” Ujar Pak Abun.

FYI, Kulit udang mengandung axtasantin yang berfungsi sebagai pro Vitamin A yang dibutuhkan untuk pakan ayam, seperti yang ada pada ransum jagung.

Hasilnya, produk nutrien pakan ayam dari kulit udang bisa ditoplesin dalam bentuk bubuk maupun cair.

Ini bukan suguhan cemilan lho, wkwk.

Jadi ada ayam makan udang dong Pak?

“Kandungannya kan nggak banyak. Produk ini cuma 2% dicampur dalam ke dalam ransum.

Tidak terlalu banyak tapi memberikan efek positif. Kalau kandungannya setengahnya mah, itu baru ayam makan udang. Hahaha,” Jawab Pak Abun.

Yang namanya temuan baru, Pak Abun butuh mengulik-ulik lagi untuk bisa sukses ngasih makan ayam pakai kandungan kulit udang.

Kulit udang memiliki kandungan kitin yang berikatan kuat dengan protein Udang, Kitin inilah yang nggak aman buat ayam. Pak Abun harus merombak si kitin dengan teknologi fermentasi supaya nggak bahaya lagi.

Produk pakan dari kulit udang ini direkayasa sedemikian rupa hingga akhirnya pada akhirnya diproduksi dalam bentuk bubuk dan maupun cair.

Bubuk atau cair ini lah yang akan dicampur ke dalam ransum ayam sebanyak 2% dan dikemas kembali menjadi pakan udah siap di mam sama ayam.

Kulit udang kering diolah menjadi bubuk dan cair, kemudian dicampurkan sebanyak 2% ke dalam ransum hingga siap makan.

Meskipun produk ini belum berkembang secara komersial, sudah banyak lho yang menerapkan ransum kulit udang ini.

Di antaranya adalah petani sekitar kampus UNPAD. Pak Abun sendiri pun piara sekitar 50an ayam! Tetangga juga gak mau kalah, piara 20 ayam dengan konsumsi pakan kulit udang tersebut.

Apa efeknya sih buat si ayam?

Efeknya bagus buat telur dan daging ayam karena kandungan kolersterol yang lebih rendah.

Secara subjektif (sesuai icip-icip yang makan daging ayam), rasa ayam lebih gurih. Warnanya juga lebih merah dengan keseimbangan lemak yang lebih bagus.

[Evy]