Kok kamu gendutan sih?”

Image result for internally screaming gif

Dug! Udah capek2 diet, ada pula celotehan tak berperikemanusiaan seperti ini dari teman. Kalimat tadi laksana pernyataan haram yang pantang diucapkan, terutama di kalangan cewek ya? dududu

Kata diet, sudah menjadi kata-kata yang biasa kita dengar. Mungkin nggak asing lagi ketik jam makan siang, teman kuliah hanya stay quiet, nggak ikutan makan. Ternyata doski lagi diet. Ada yang ketat menjalaninya, ada juga yang menerapkan “diet besok hari” wkwk.

Ada juga yang dietnya ekstrim dan nggak bener, sampai memuntahkan makanan yang udah masuk. Itu salah, itu salah…

Dengan diet yang salah, resiko penyimpangan perilaku makan (PPM) seperti anoreksia nervosa, bulimia nervosa dan binge eating disorder bisa muncul. PPM bisa memunculkan masalah gizi terutama, pada status gizi remaja putri yaitu underweight (sangat kurus dan kurus) dan overweight (berat badan lebih dan obesitas).

Image result

Mirisnya, jumlah penderita PPM ini meningkat, dan berawal dari usia remaja.

Dari penelitian, sebesar 55% dari penderita PPM adalah remaja usia SMA. Penelitian lain juga menyatakan bahwa sebesar 13% siswi melakukan perilaku muntah dengan sengaja (purguing) dan kompensasi lainnya untuk menurunkan berat badan.

PPM punya dampak nggak bagus buat kesehatan, yaitu Kurang Energi Kronis (KEK). Padahal, remaja putri lah yang bakalan jadi ibu nantinya, yang akan menentukan kualitas hidup anak dan cucu tujuh turunan nanti, hiks.

Firma Elda Firda mahasiwi S3 Fakultas Kesehatan Masyarakat pun meneliti penderita EKM untuk gelar doktonya. Menurut penelitian Firda, edukasi tentang gizi itu punya pengaruh lho untuk mencegah kebiasaan makan yang salah di kalangan remaja remiji.

Dengan inovasi media, Firda ngasih wejangan tentang gizi seimbang melalui media poster dan banner, serta media leaflet dan booklet.

Kelompok remaja yang dapet leaflet dan booklet ternyata dapet pengaruh yang lebih gede. Soalnya media ini lebih lengkap dan spesifik membahas gizi remaja gizi pada remaja.

Hmmm semoga ya, pendidikan tentang gizi ini lebih marak, gencar dan kreatif ya. Biar kaum muda nggak salah kaprah dalam menghadapi omongan “ih kok lo gendutan sih”.