Ada kabar kurang enak nih dari Dikti. Siap-siap tercyduk.
Canda 😀
Dikutip dari Pikiran Rakyat (15/8), produktivitas dan kreativitas para dosen dan peneliti masih belum memuaskan meski pun produksi jurnal ilmiah mulai menunjukan peningkatan. Gitu lho kata Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Ali Ghufron Mukti,
Hasil gambar untuk innovation

ilustrasi inovasi. sumber: http://brokelyn.com/event/the-science-of-innovation

Menurut dia, untuk mewujudkan pembangunan bangsa dan ekonomi berbasis pengetahuan dan teknologi, kualitas perguruan tinggi tuh diperhitungkan banget. Dari sekian banyaknya perguruan tinggi seantero negeri ini, belum terbukti bisa mencetak SDM yang kece untuk memanfaatkan kekayaan negeri kita.

Makanya, perlu media komunikasi “Disparitas tersebut perlu ditangani dengan membangun komunikasi serta wacana terkait riset dan inovasi.

“Peran dari ilmuwan maupun media massa untuk membumikan hasil riset kepada masyarakat luas sangat strategis,”

ucap Ghufron di Kantor Kemenristekdikti, Senayan, Jakarta, Selasa, 15 Agustus 2017.

Yang anak media mana nih? Siap-siap tercyduk juga ^^

Ia menjelaskan, publikasi ilmiah menjadi salah satu cara untuk menyebarkan hasil riset. Saat ini, publikasi ilmiah internasional Indonesia yang terindeks Scopus sudah menyalip Thailand dengan 9.501 publikasi per 3 Agustus 2017.

Narasumber yang pernah penulis wawancarai untuk berita inovasi penemuan manfaat kulit udang untuk pakan ayam ini, Dr. Ir. Abun., MP juga pernah curhat loh soal masalah wadah yang menyebarkan penelitian ilmiah ini.

Kata Pak Abun, jarang banget penelitian para dosen yang kemudian bisa diaplikasikan oleh masyarakat. Boro-boro karya mahasiswa, karya dosen saja sulit nembus dunia pasar di Indonesia.

Hiks, aku sedih

Hasil gambar untuk sedih bershower gif  Kalau yang pak Abun bahas sih, media-media mainstream yang juga harus ambil peran. Bukan cuma publikasi ilmiah. Para wartawan dan ilmuwan kudu joinan nih. Ngupi ngupi bareng

Buat para pebisnis juga nih, ayo kali aja tertarik dengan inovasi-inovasi anak bangsa, terus dipasarluaskan deh ke masyarakat. Kita kudu bangga!! Merdeka!

[evy]

Sumber: Republika Online 15 Agustus 2017