Bagi sebagian orang, pesawat mungkin merupakan pilihan transportasi yang sangat menakutkan. Gimana enggak, kalo make transportasi ini kita bakal dibawa dengan kecepatan ratusan kilometer per jam, di ketinggian puluhan ribu kaki. Serem kan ya. Oh no !

Gimana coba buat orang-orang pengidap acrophobia, orang-orang yang takut ketinggian ? Mereka mungkin bakalan mikir ribuan kali buat naik pesawat.

Tapi guys, di zaman yang serba cepat ini, mobilisasi kita sangat dituntut tinggi. Makanya kadang-kadang untuk perjalanan yang panjang dan dengan waktu yang terbatas, kita ga punya pilihan lain untuk bepergian selain menggunakan pesawat.

Lalu gimana buat yang belum biasa naik pesawat ? Pasti was-was juga kan ya dengan pengalaman baru nan menegangkan ini.

Nahhh. Ga perlu khawatir coy. Maskapai udah memikirkan itu mateng-mateng. Antisipasinya dimulai dari warna kursi penumpang. Perhatiin ga sih, selama bepergian dengan pesawat, warna kursinya jarang banget yang ga berwarna biru, atau bahkan ga ada kursi yang warnanya ga biru.

Percayalah hal ini berhubungan coy. Ternyata, dalam psikologi warna, warna biru memberikan kesan kedamaian dan baik untuk relaksasi atau meditasi.

Warna biru kan warna laut dan langit tuh. Pasti nyadar kan, kalo lihat laut atau langit, bawaannya pasti adem, tenang, dan damai. Karena inilah kenapa kursi pesawat warnanya biru. Biar penumpangnya ga mudah marah, panik, atau stress.

Kalo zaman dulu sih, sekitaran 1970-an dan 1980-an, maskapai masih suka masang warna merah untuk kursi pesawat. Warna merah coy. Warna berani dan berapi-api.

Kesannya ya ga nyaman kan. Akhirnya jadi micu emosi negatif dan kemarahan penumpang. Karena itu, mulailah  maskapai mengganti warna kursi dengan warna biru. Gituuu

[aziz]

sumber: http://nationalgeographic.co.id/berita/2017/08/ini-alasan-kenapa-kursi-pesawat-berwarna-biru