“Lung, lulus di jurusan apa ?”tanya Dulur pada Lulung.

“Jurusan matematik, lur”.

”Wahh nanti bisanya jadi dosen dong ya”, pukas Dulur sotoy. Iya sotoy, upss.Hehehe. Pernah dengar percakapan seperti itu nggak?

Image result for mathematics

123RF.com

Sepertinya memang kebanyakan orang awam memandang bahwa jurusan sains seperti matematika, fisika, dan kimia hanya memberi prospek kerja sebagai pengajar bagi mahasiswanya.

Padahal sebenernya ada banyak hal yang bisa dilakukan di masa depan bagi seorang mahasiswa sains, seperti matematika. Lho, emang iya?

Emang mahasiswa matematika bisa apa aja? Nihhh aku kasitau.

Beberapa hari yang lalu jurusan matematika ITB mengadakan kegiatan Summer School yang terbuka bagi seluruh mahasiswa Indonesia. Bahkan melibatkan pula mahasiswa dari universitas di luar negeri, seperti Malaysia, Singapura, Vietnam, Thailand, dan Filipina.

Summer berarti musim panas. School berarti sekolah. Artinya sekolah musim panas ? Oh jelas bukan hahaha. Kegiatan di summer school kurang lebih sama dengan kegiatan kuliah biasa. Hanya saja dilaksanakan dalam waktu singkat.

Di sini para peserta menerima kuliah dari para dosen yang tidak diragukan lagi kekeceannya dalam matematik, seperti Dr. Brendan James Florio dari The University of Western Australia, Prof. Dr. Sri Redjeki Pudjaprasetya dari Matematika ITB, dan dosen-dosen lainnya yang rata-rata berfokus pada matematika terapan.

Setelah perkuliahan peserta dibagi dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok diberikan suatu permasalahan untuk diselesaikan dengan modelling.

Modelling di sini bukan berjalan di atas catwalk lho yaa. Hahaha. Modelling berarti menyelesaikan sebuah permasalahan riil yang ada di lingkungan sekitar dengan tools matematik.

Summer School kali ini dilaksanakan 12 – 25 Juli 2017 di Lantai 5 Gedung CAS ITB dengan mengangkat tema “Mathematical Modelling in Industrial And Invironmental Problem”. Dari temanya udah keliatan kan kalo sebenernya tools-tools dalam matematika itu bisa digunakan untuk menjelaskan berbagai fenomena, misalnya dalam industri dan lingkungan.

Contohnya, modelling yang dilakukan oleh salah satu peserta dari S2 Matematika ITB nih, Aditya phx namanya. Doi memodelkan fenomena tentang gas. Dalam industrii perminyakan, pipa gas harus selalu dimaintenance secara rutin dan tentunya saat proses itu pipa harus dikosongkan dari gas. Nah Bang PHX ini menjelaskan bagaimana fenomena gas itu keluar saat proses maintenance akan dilakukan.

Itu baru satu dari sekian topik modelling yang dibahas pada summer school ini. Masih ada banyak topik yang lain yang juga dibahas.

Related image

Salah satu topik yang juga menarik adalah pemodelan persebaran suhu dan waktu pemanggangan kue cubit dalam oven. Wahhh ga nyangka kan kalo ternyata kue cubit pun ada matematika nya. Hehehe.  Kalo cukup kepo, boleh nih kunjungi

www.math.itb.ac.id/summerschool/ .

Menurut Pak Bayu Chandra, salah satu dosen Matematika ITB yang menjadi organizer dalam kegiatan ini, bahan penelitian untuk tugas akhir mahasiswa S1 Matematika tidak perlu jauh-jauh karena sebenernya berbagai fenomena di sekitar kita bisa menjadi bahan yang menarik untuk diangkat dan dijelaskan dengan Matematika. Jadi terasa kan kalo sebenernya kehidupan kita sehari-hari dekat dengan  matematika. Dari kue cubit sampe pipa gas.

[Aziz]