Related image

ilustrasi susu, dari benessere.atuttonet.it

Susu kedelai sudah ada dari dulu, menjadi alternatif paling bagus untuk para pengidap intoleransi laktosa. Namun, pamornya sebagai minuman sehat berkurang karena memiliki karakteristik yang langu.

 Padahal, susu kedelai punya kelebihan yang tak dimiliki susu sapi – tak mengandung kolesterol, tidak menimbulkan alergi, hemat di kantong, mengandung isoflavon, serta modifikasi rasanya lebih fleksibel dibandingkan susu sapi.

Isoflavon adalah salah satu antioksidan yang mencegah atau menurunkan risiko penyakit metabolik seperti hipertensi dan hiperkolesterol. Hal itu dapat dibuktikan dengan perbandingan penderita kanker yang jauh lebih sedikit di Asia dibandingkan di Amerika.

Masalah itu membawa beberapa mahasiswa UGM meneliti susu kedelai fermentasi dengan bakteri Lactobacillus plantarum, menilai susu kedelai yang terfermentasi memiliki kelebihan dibanding yang tak terfermentasi.

“Dengan difermentasikan, rasa dan bau langu yang terdapat pada susu kedelai pun berkurang. Penggunaan bakteri Lactobacillus plantarum diharapkan dapat meningkatkan kadar isoflavonnya,” ujarnya.

Hasilnya, susu kedelai terfermentasi Lactobacillus plantarum berhasil memberi efek yang signifikan untuk menurunkan tekanan darah pada pengidap hipertensi dan memberi efek perubahan yang signifikan pada kadar kolesterol dalam tubuh, dengan perbandingan susu kedeIai biasa.

Hasil penelitian mereka telah berhasil lolos pada PIMNAS 2017 di Makassar dan akan dipresentasikan pada World Congress on Nutrition, Food Science & Public Health di Tokyo, Jepang. Sungguh prestasi anak negeri yang membanggakan!

Kami berharap, semoga mereka bisa mengembangkan ide susu kedelai fermentasinya menjadi yogurt kedelai, atau bahkan es krim kedelai ya, soalnya rasanya pasti enak banget!

[lalang]

sumber: https://www.ugm.ac.id/id/berita/14495-mahasiswa.ugm.meneliti.manfaat.susu.kedelai.terfermentasi