Baru-baru ini, tiga anak kece dari UI menemukan bahan tablet yang cepat hancur dari rumput laut. Memang ada sih yang punya “kemampuan super” untuk menelan tablet tanpa air. Ada yang pake pisang, ada yang nggak pakai apa-apa. Langsung glek.

Tunggu, tablet apa dulu nih yang ditelen?

Image result for tablet

bukan tablet seperti ini, ish dasar anak kekinian. Emangnya main debus XD

Yeah tentunya tablet yang dimaksud adalah obat. Zzz.

Foto: REUTERS/Srdjan Zivulovic/ (ilustrasi)

Ketiga mahasiswa tersebut berasal dari rajanya obat, Fakultas Farmasi. Mereka adalah  Kevin Dio Naldo, Revi Pribadi dan Rezwendy di bawah bimbingan Dosen Farmasi UI Dr. Silvia Surini, M.Pharm, Sc.Apt.

“Bahan Superdisintegran lokal yang mana tabletnya akan mudah pecah dan larut dalam tubuh kurang dari 30 detik dengan memberdayakan mikroagla merah bernama Gracilaria verrucosa,” – Kevin Dio Naldo di Kampus UI Depok.

Tablet cepat hancur atau Fast Disintegration Tablet (FDT) ini cepat pecahnya di rongga mulut tanpa bantuan air. Untuk yang punya masalah kesulitan menelan obat, FDTini berfaedah banget. Misalnya pasian lanjut usia, bayi dan anak, yang punya gangguan jiwa, uang suka muntah-muntah, pasien yang kesulitan mencari air atau yang lagi sulit air.

Penelitian ketiga mahasiswa UI ini turut mendukung program pemerintah di dalam mengurangi ketergantungan terhadap obat impor, mengingat industri farmasi Indonesia masih mengimpor bahan disintegran.

Selain berguna untuk pasien yang susah menelan obat, ada gunanya juga untuk ekonomi bangsa kita. Ciehh. Bahan-bahan yang dipakai asliiii dari Indonesia.

“Hampir 95 persen bahan superdisintegran yang ada di Indonesia adalah produk impor,” ujarnya.

Nah dari situlah, mereka melakukan penelitian untuk sumber superdisintegran lokal. Secara, Indonesia ini kaya banget tapi masih kurang aja pemanfaatannya.

Dicari, yang tidak membutuhkan air untuk pecah, memiliki rasa yang enak, tidak rapuh, tidak meninggalkan bekas pada mulut dan tidak dipengaruhi suhu dan tekanan. Apakah itu ada? Ada kok.

Jreng, ketemulah  G. verrucosa, jenis rumput laut alga merah yang melimpah di Terora Bali, Pacitan Jawa Timur dan Sekotong Lombok. Tak cuma di situ. Ada lagi di  Dompu (Sumbawa), Pelabuhan Ratu (Jawa Barat), Pantai Baron (Yogyakarta), Pulau Sawu (NTT), Sibatua (Sulawesi Selatan) dan Pulau Besar (Flores) yang produksinya berkisar ratusan hingga ribuan ton per tahun.

Pengennya sih, penelitian ini bisa menghasilkan bahan baku obat lokal, biar nggak usah impor-imporan. Dari kita juga sudah ada kok pak. Notice it senpai.

Hasil penelitian juga diharapkan bisa mendorong produksi superdisintegran lokal dan ngasih tahu ke para petani tambak mengenai nilai guna lain dari G. verrucosa ini. So, petani pun makin sejahtera.

Wah, semoga lancar terus yaa pengembangan penelitian ini.

[evy]

 

sumber: http://www.antaranews.com/berita/648192/ui-temukan-tablet-cepat-hancur-berbahan-rumput-laut